Beranda » Serba-serbi » Dibalik kesulitan ada kemudahan dan keberkahan

Dibalik kesulitan ada kemudahan dan keberkahan

Kesabaran seseorang itu terlihat ketika sedang mengalami kesulitan. Itu terlihat ketika kemarin dalam perjalanan pulang kerja. Gue berangkat jam 5.00 PM dari stasiun Lenteng Agung menuju Bogor menggunakan KRL AC Ekonomi. Di perjalanan ternyata kereta tersebut hanya sampai stasiun Depok Lama.

Ketika sudah sampai di stasiun Depok Lama tidak biasanya kereta masuk ke jalur 3, sedangkan biasanya masuk ke jalur 4. Ternyata di jalur 4 sudah menunggu KRL AC Ekonomi jurusan Bogor. Kemudian terdengar pengumuman bahwa kereta yang gue naiki hanya sampai stasiun Depok, padahal sejak di Lenteng Agung kereta tersebut diinformasikan sampai stasiun Bogor.

Semua penumpang langsung panik dan bergegas berpindah ke kereta yang berada di jalur 4. Ketika itu kereta tersebut sudah cukup penuh dengan penumpang dan semakin penuh dengan berpindahnya para penumpang dari kereta yang gue naikin.

Setelah gue menempati posisi di kereta, terdengar pengumuman bahwa terdapat gangguan sinyal dari Stasiun Depok sampai stasiun Bogor sehingga kereta mengalami keterlambatan.

Kemudian kereta pun melaju dengan sangat lambat, dan berhenti sebelum memasuki stasiun Citayam. Terdengar kembali pengumuman dari speaker di kereta mengenai gangguan sinyal. Pada pengumuman kali pertama para penumpang masih bersabar, namun ketika sudah sampai waktu 15 menit dan kereta masih terdiam, kembali pengumuman terkait gangguan sinyal sontak para penumpang mulai mengucapkan keluh kesahnya, dari mulai hanya mendesahkan nafas sampai kata-kata ketidakpuasan dari sarana KRL.

Memang sudah sering gue alami kejadian kayak gini : KRL terlambat, gangguan sinyal, atau informasi stasiun yang tidak jelas. Tapi berulang kali pula gue sebagai penumpang hanya dapat mengelus dada, karena ini adalah sarana transportasi yang memang merakyat karena tidak terkena macet, tidak ada polusi udara sampai kepastian waktu tempuh yang lumayan cepat. Dibandingkan menggunakan buskota yang terkena macet, banyak asap rokok, tempat tidak nyaman dan ketidakpastian kapan akan sampai di tempat tujuan walaupun ongkos yang diberikan sama dengan ongkos KRL AC Ekonomi yaitu berkisar Rp 6.000 sampai Rp 7.000.

Gue emang mulai terbiasa dengan keadaan ini jadi ketika hal itu terjadi, gue cuma bisa mengurut dada saja. Padahal perut mulai keroncongan dan badan mulai tidak enak karena angin yang dikeluarkan dari AC kereta. Gue liat banyak penumpang dikereta ini yang mengeluhkan karena kondisi ini.

Gue jadi inget karena siang sebelumnya baca blog terkait kesabaran dari hadist nabi Muhammad SAW yang intinya dibalik kesulitan ada kemudahan, dan kesabaran menghadapi kesulitan akan diberikan pahala setimpal disisi Allah SWT.

Kemudian sesampainya di stasiun Citayam, Allah SWT menunjukkan kebesarannya dimana dibalik kesulitan para penumpang KRL yang terjebak gangguan sinyal, terdapat keuntungan dan berkah untuk para pedagang buah yang menjajakan buahnya sampai ke dalam KRL. Dan terlihat banyak penumpang yang membeli buah tersebut karena selain murah juga untuk mengganjal perut mereka yang kosong.

Sungguh benar ayat-ayat Allah SWT, dan alhamdulillah gue masih diberikan petunjuk hal tersebut.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s