Beranda » Kesehatan » Menyusui Bayi yang Benar

Menyusui Bayi yang Benar

Untuk para ibu yang baru saja melahirkan dan sedang menyusui bayi dengan air susu ibu (ASI), tentunya cara menyusui bayi dengan ASI yang baik dan benar sangat penting untuk diketahui. Cara yang tepat, tidak hanya penting bagi ibu, tapi juga penting bagi bayi karena ASI merupakan asupan terbaik bagi bayi yang seharusnya lengkap diberikan hingga 2 tahun penuh dan dapat menjaga tumbuh kembang bayi yang terbaik. Proses menyusui ASI sebaiknya dapat segera dilakukan begitu bayi lahir, tentunya dengan dukungan tenaga kesehatan yang membantu persalinan dan keluarga.

Sejak masa kehamilan, payudara dan puting susu ibu harus dipelihara dan dipersiapkan untuk menyusui. Lakukan pemeriksaan apakah payudara dan puting susu ibu dalam keadaan normal atau tidak. Puting susu biasanya akan mulai kelihatan menonjol pada masa akhir kehamilan dan awal masa menyusui. Apabila mendatar atau melekuk ke dalam, maka akan sulit bagi bayi untuk menyusui nantinya, apabila dalam kondisi seperti itu dapat dilakukan beberapa pengurutan untuk beberapa menit dalam trimester akhir kehamilan atau menjelang persalinan untuk dapat menanggulanginya.

Perawatan payudara ibu yang dilakukan sejak menjelang persalinan adalah dengan membersihkan puting susunya agar salurannya sudah bersih dan siap ketika bayi lahir. Usahakan setiap bangun pagi, para ibu hamil hendaknya memijat payudaranya dan puting susu dibersihkan dengan handuk yang sudah dibasahi air hangat. Sebaiknya membersihkan puting susu tidak menunggu setelah melahirkan, agar`salurannya sudah bersih dan siap ketika bayi lahir, membuat puting susu tertanam dan harus ditarik setelah melahirkan.

Para ibu dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan yang kaya protein seperti tahu, tempe, susu kedelai dan aneka kacang-kacangan lainnya. Makanan yang terbuat dari kacang kedelai tidak saja bagus untuk ASI namun juga akan membuat kulit bayi bersih ketika dilahirkan, mungkin karena adanya kandungan vitamin E dalam ASI.

Hal terpenting dalam proses menyusui adalah bagaimana ibu dan bayi dalam posisi yang menimbulkan rasa nyaman. Saat menyusui, sebenarnya tidak menjadi masalah bagaimana posisi duduk atau berbaring seorang ibu. Pastikan bayi berada dalam posisi menyusui yang benar sehingga dengan mudah bayi menjangkau payudara ibu. Jika ibu dan bayi sudah nyaman, maka akan sangat menikmatinya.

Sebelum menyusui, sebaiknya ibu mencuci tangan terlebih dahulu dan bersihkan pula puting susunya dengan menggunakan kain lembut yang telah dibasahi oleh air hangat. Hal ini untuk menghindari bayi  dari kuman saat menyusui.

Untuk mulai menyusui, seorang ibu bisa memulainya dengan mencari posisi yang nyaman. Misalnya dengan posisi duduk yang nyaman. Posisikan kaki senyaman mungkin dan buat pangkuan ibu dalam posisi datar.Gunakan bantal sebagai alas untuk membantu menopang bayi. Dengan menggunakan bantal, akan membantu lengan ibu agar tidak cepat lelah saat menyusui. Tapi jika seorang ibu sudah terbiasa,maka dapat melakukannya tanpa bantal.

Jika tidak ingin menggunakan bantal, maka ibu bisa menopang bayi dengan tangannya. Posisikan telapak tangan ibu di belakang bahu, sementara jari telunjuk dan ibu jari di belakang telinga bayi. Biarkan badannya menempel pada bagian perut ibu.

Bila bayi bergerak terus, ibu dapat menyusui bayi dengan membedongnya terlebih dahulu. Dengan begitu ibu akan leluasa menyusui bayi. Jika bayi di bedong, maka ibu dapat menyusui si bayi dengan posisi berbaring di sisinya.

Untuk mengetahui apakah bayi ingin menyusui, ibu bisa menyentuhkan puting susu pada bibi atau pipi bayi. Biasanya bayi akan langsung merespon sentuhan itu. Jika mulut bayi terbuka segera masukkan puting susu ke dalam mulut bayi. Biarkan ia mengisap dan menemukan kenyamanannya dalam buaian dan kasih sayang ibu.

Hal penting dan harus jadi perhatian pada saat menyusui bayi adalah posisi mulut bayi saat menempel di payudara ibu, yang dikenal dengan istilah latch on. Perlu diketahui oleh para ibu bahwa payudara yang lecet adalah tanda bahwa mulut bayi tidak menempel dengan benar di payudara ibu. Sangga payudara ibu dengan tangannya, posisi ibu jari atas dan jari-jari yang lain di bawah dengan jarak cukup jauh sehingga mulut bayi bisa menempel pada puting dan areola ibu dengan sempurna untuk latch on.

Lalu dekatkan payudara ibu ke bibir bawah bayi secara perlahan, terus menurun ke dagunya untuk memancing bayi membuka mulutnya. Ketika bayi sudah membuka mulutnya, segera dekatkan bayi pada ibu, bukan menyodorkan payudara ibu ke mulut bayi. Pastikan mulut bayi terbuka lebar dan lidah terletak di bawah ketika menempel. Sebagian besar daerah areola harus masuk ke mulut bayi, terutama areola di bagian bawah. Perhatikan posisi dagu bayi. Dagu bayi adalah bagian pertama yang melekat di payudara ibu, jadi pastikan dagu bayi menekan payudara selama dia menyusui tapi hidungnya tidak menempel.

Di awal menyusui, ibu akan merasakan rasa sakit dan nyeri mirip dicubit,  karena puting dan areola dihisap mulut bayi. Tapi setelah itu tidak ada rasa sakit hanya rasa seperti tertarik karena bayi sudah menghisap ASI. Bila terasa sakit, hentikan dan perbaiki posisi latch on bayi. Bila bayi tidak menempel dengan benar, ibu akan merasa sakit selama menyusui dan bayi biasanya tertidur saat menyusui atau tampak tidak puas setelah menyusui.

Disaat menyusui, bayi akan terus menghisap satu payudara hingga dia merasa kenyang dan puas. Jika bayi masih terlihat haus setelah puas menghisap payudara yang satu maka pindahkan ke payudara yang lain. Biarkan bayi menyusui sampai puas. Ini penting sekali, karena apabila bayi belum puas lalu dipindah-pindah dan diangkat secara tiba-tiba, biasanya dia akan menangis dan rewel. Cara memindahkan posisi menyusui adalah dengan memasukkan kelingking ibu ke dalam sudut mulutnya, dengan begitu dia akan melepaskan kuluman dari puting susu ibu.

Perlu diperhatikan oleh para ibu yang menyusui ASI pada bayinya, ibu harus menyusui sesering mungkin kapanpun bayi menginginkannya. Artinya, paling tidak setiap 2-3 jam sekali di pagi-siang hari dan setiap 4-5 jam di malam hari. Umumnya bayi menyusui kira-kira 20-40 menit sekali menyusui, tapi bukan berarti ibu harus melihat jam dan mengukur lamanya bayi saat menyusui.

Jika ASI yang minumnya dirasa telah cukup, biasanya bayi akan langsung melepaskan mulutnya dari puting susu. Namun jika tidak, maka ibu dapat melepaskannya dengan cara menekan bagian dagu ke arah bawah dengan lembut dan perlahan.

Semakin sering bayi disusui dengan ASI, maka ASI yang diproduksi akan semakin banyak. Hal ini disebabkan oleh stimulasi maksimum dari reseptor-reseptor prolaktin yang akan memicu produksi ASI dalam jumlah sebanyak mungkin.

Mari kita galakkan ibu menyusui ASI kepada bayinya selama 2 tahun, untuk wujudkan generasi bangsa yang sehat dan cerdas, serta keluarga yang bahagia dan sejahtera. Dan para ibu tidak perlu memberikan susu formula kepada bayinya karena dengan cara menyusui ASI yang benar, maka kebutuhan gizi dan makanan bayi sudah dapat dipenuhi dengan baik.

Sumber: http://www.rumahsehatterpadu.or.id/2014/08/21/menyusui-bayi-yang-benar/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s