‘TARZAN KE KOTA’, Kisah Lama, Sentuhan Baru

Pemain: Sandra Dewi, Vincent Club 80’s, Ajul Jiung, Him Damsyik, Connie Sutedja, Reza Pahlevi

Tarzan (Ajul Jiung) mungkin tak pernah berpikir bahwa ia akan menapakkan kaki di kota besar. Semuanya berawal saat ia secara tak sengaja menyelamatkan seorang gadis bernama Ratna (Sandra Dewi) putri seorang pengusaha kosmetik Pak Barkah bin Sadeli (Reza Pahlevi).

Ratna terpisah dari kelompoknya saat ia bersama ayahnya berangkat ke hutan untuk mencari daun tapak monyet yang dipercaya dapat mencegah proses penuaan. Ratna kemudian diculik oleh Arde (Vincent Club Eighties) yang berusaha untuk mendapatkan daun tapak monyet juga untuk orang tuanya yang menjadi saingan bisnis ayah Ratna.

Tarzan yang merasa kasihan pada Ratna kemudian bersedia mengantar gadis ini pulang kembali ke kota. Maka mulailah Tarzan belajar segala macam aturan yang berlaku bagi penghuni kota, mulai dari cara hidup sampai pelajaran bahasa Inggris.

Sayangnya, Arde yang kemudian berganti nama menjadi Mamahi berusaha memanfaatkan Tarzan untuk menangkap binatang di hutan demi kepentingan usaha ayahnya. Tarzan yang akhirnya menyadari bahwa ia telah dimanfaatkan kemudian berusaha menghentikan niat jahat Mamahi dan melindungi para penghuni hutan yang selama ini menjadi sahabat Tarzan.

Reka Wijaya, sang sutradara, mencoba menghidupkan lagi legenda lama tentang Tarzan yang sebelumnya pernah diusung aktor legendaris Benyamin. Kali ini dengan sedikit polesan, maka kisah lama itu jadi relevan lagi dengan setting zaman modern. Dengan sederet nama-nama beken sebagai pendukungnya, bisa dipastikan film ber-genre komedi petualangan ini akan menjadi hiburan segar.

Sumber: Kapanlagi.com

Laskar Pelangi Lampaui 4 Juta Penonton!

Memasuki dua bulan pemutarannya di bioskop, sejak 25 September lalu,  film Laskar Pelangi arahan sutradara Riri Riza telah ditonton oleh 4,2 Juta orang. Angka tersebut dipastikan akan terus bertambah, mengingat pemutarannya masih terus berlangsung di sejumlah kota di Indonesia.

“Sampai sekarang ini telah ditonton 4,2 juta orang,” kata Riri Riza, ditemui  di Kantor Departemen Komunikasi dan Informasi, Jakarta Pusat, Jumat(21/11).

Menurut Riri, sampai saat ini, pemutaran film yang mengisahkan perjuangan dua belas anak Balitong dalam mengejar pendidikan itu, masih berlanjut di sejumlah daerah dan rencananya diputar di sejumlah kota di luar negeri.

“Saat ini masih memikirkan beberapa hal terkait akan munculnya beberapa kendala–bahasa dan budaya–yang akan dihadapi di setiap negara yang akan kita tuju,” ujar Riri. “Jangan sampai ketika diputar di luar negeri,  masyarakatnya malah tidak perduli dengan cerita yang ada pada film tersebut.”

Sementara itu,  Andrea Hirata, penulis novel Laskar Pelangi, mengaku sangat bahagia ketika film yang ceritanya diangkat dari novelnya tersebut, disambut positif masyarakat Indonesia.  “Saya senang ternyata sambutannya begitu luar biasa,” ujar Andrea, yang dihubungi tengah menggelar nonton bareng film Laskar Pelangi di Denpasar, Bali, belum lama ini.

Sumber: Kompas.com

“Laskar Pelangi” the movie

Sebuah adaptasi sinema dari novel fenomenal LASKAR PELANGI karya Andrea Hirata, yang mengambil setting di akhir tahun 70-an

Hari pertama pembukaan kelas baru di sekolah SD Muhammadyah menjadi sangat menegangkan bagi dua guru luar biasa, Muslimah (Cut Mini) dan Pak Harfan (Ikranagara), serta 9 orang murid yang menunggu di sekolah yang terletak di desa Gantong, Belitong. Sebab kalau tidak mencapai 10 murid yang mendaftar, sekolah akan ditutup.

Hari itu, Harun, seorang murid istimewa menyelamatkan mereka. Ke 10 murid yang kemudian diberi nama Laskar Pelangi oleh Bu Muslimah, menjalin kisah yang tak terlupakan.

5 tahun bersama, Bu Mus, Pak Harfan dan ke 10 murid dengan keunikan dan keistimewaannya masing masing, berjuang untuk terus bisa sekolah. Di antara berbagai tantangan berat dan tekanan untuk menyerah, Ikal (Zulfani), Lintang (Ferdian) dan Mahar (Veris Yamarno) dengan bakat dan kecerdasannya muncul sebagai pendorong semangat sekolah mereka.

Di tengah upaya untuk tetap mempertahankan sekolah, mereka kembali harus menghadapi tantangan yang besar. Sanggupkah mereka bertahan menghadapi cobaan demi cobaan?

Film ini dipenuhi kisah tentang kalangan pinggiran, dan kisah perjuangan hidup menggapai mimpi yang mengharukan, serta keindahan persahabatan yang menyelamatkan hidup manusia, dengan latar belakang sebuah pulau indah yang pernah menjadi salah satu pulau terkaya di Indonesia.

Kunjungi situsnya di http://www.laskarpelangithemovie.com/